Minggu, 19 Februari 2012

Analisis Biomekanika Teknik Dasar Throw in dalam Sepak Bola


  Analisis Biomekanika Teknik Dasar Throw in dalam Sepak Bola

Siapa yang tidak mengenal cabang olahraga yang satu ini, Sepak bola. Sepak bola adalah sebuah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing beranggotakan sebelas orang.  Olahraga ini sangat terkenal dan dimainkan di 200 negara. Permainan sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola kulit berukuran 27-28 inci kedalam gawang (tempat mencetak gol terletak di bagian ujung lapangan dengan dibatasi jaring berukuran tinggi 8 kaki dan lebar 24 kaki). Dalam sepak bola banyak teknik-teknik dasar yanag harus dikuasai, salah satunya adalah teknik dasar Throw in atau lemparan kedalam saat bola out.
Melakukan throw in bukan hal yang mudah  dan remeh, karena sulit untuk menjadi sebuah peluang yang matang ataupun sebuah gol jika throw in kurang tepat. Pasti semua juga sudah tahu, banyak sekali gol yang terjadi karena sebuah assist dari throw in tersebut. Lemparan kedalam (throw-in) kelihatannya memang sederhana. Namun, setiap pemain harus memahami beberapa hal penting tentang lemparan kedalam, seperti cara melempar yang baik dan benar, kepada siapa harus memberikan bola, dan yang paling penting adalah harus mengetahui aturan dalam melakukan throw in. Berikut ini adalah peraturan dalam melakukan throw in:
1.      Pemain harus melemparkan bola dengan kedua tangan
2.      Posisi bola sebelum dilempar berada dibelakang kepala dan dilepas melewati atas kepala
3.      Arah lemparan harus menghadap ke dalam lapangan
4.      Kedua atau salah satu kaki tidak boleh diangkat atau melakukan lompatan pada saat melakukan lemparan.


     Oleh karena itu perlu beberapa teknik untuk melakukan lemparan kedalam dengan baik dan benar serta dapat dimanfaatkan oleh teman satu tim untuk dikonfersikan menjadi sebuah peluang bahkan menjadi sebuah gol. 
Pertama, sebelum melakukan lemparan pikirkan terlebih dahulu dengan cepat kepada siapa atau kemana akan memberikan bola, jangan tergesa - gesa untuk segera melakukan lemparan, tidak tergesa - gesa bukan berarti lambat, tetapi pemain tidak boleh gegabah dalam melakukan lemparan. Pemain juga dapat mengelap bola bila keadaan bola licin karena keadaan bola yang licin dapat mempengaruhi akuransi dan kekuatan lemparan.
Kedua, lemparan kedalam harus dilakukan dengan kedua tangan sementara kedua kaki harus tetap menginjak tanah. Jika ingin melempar dengan keras pelempar bisa berlari terlebih dahulu untuk mengambil ancang-ancang, hal ini bertujuan untuk menambah kekuatan lemparan. Selain itu, lemparan harus sulit dijangkau oleh lawan terutama dengan heading, untuk itu pelempar dapat melemparkan bola tersebut agar menimbulkan efek menukik, caranya seperti melakukan shooting pada permainan basket dan juga memberikan umpan tepat kepada teman, pelempar juga dapat memanfaatkan lemparan jauh ini untuk memberikan umpan seperti umpan crossing ( jika posisi throw in dekat dengan gawang).
Ketiga, jika ingin memberikan bola pada teman yang posisinya dekat dengan pelempar, cukup melempar dengan pelan, usahakan tepat di dada, paha, atau kakinya sehingga mudah di kuasai. Pelempar juga bisa melakukan umpan terobosan dengan melempar bola ke ruang kosong yang mudah bagi teman untuk menjangkaunya dengan berlari, karena pada saat throw in peraturan off side tidak berlaku, maka pelempar bebas melemparkan kemana saja bola tersebut dan tidak perlu khawatir teman pelempar akan terjebak off side.
Tips untuk throw in adalah, segera melakukan lemparan pada saat lawan belum berkonsentrasi, tetapi  tidak boleh tergesa - gesa, dan teman yang diberi bola harus siap untuk memanfaatkan umpan dari pelempar. Hal ini sangat penting terutama pada saat tim pelempar sedang tertinggal dan harus segera mencetak gol, selain itu juga dapat menghemat waktu beberapa detik, karena setiap detik dalam pertandingan sepak bola sangatlah berarti.

           Analisis Biomekanika Throw In
Analisis Gerakan komponen Biomekanika pada anggota tubuh saat moment Throw In.
1.      Gaya/Forces: yaitu gaya yang digunakan saat melakukan throw in, kaki saat melakukan awalan, melempar bola, dan gerakan lanjutan.
2.      Arah gaya /Vector: gerakan melempar bola, arah gaya searah dengan arah lemparan tangan.
3.      Tenaga dari dalam/Internal Forces: tenaga dari dalam lengan saat melakukan ayunan, tangan melempar, dan bola yang sebelumnya diam kemudian bergerak lurus searah ayunan lengan.
Analisis Gerak.
1.      Gerak lurus/Linear Motion: gerakan awalan pelempar untuk mengambil ancang-ancang lemparan, gerakan bola setelah dilempar menuju arah lemparan.
2.      Gerak lurus berubah beraturan: gerakan lari mengambil ancang-ancang pelempar dengan percepatan, gerakan bola setelah dilempar menuju arah lemparan dengan perlambatan.
3.      Gerak melingkar/Anglar Motion: ayunan lengan saat gerakan mengayunkan bola diatas kepala dari awalan hingga gerakan lanjutan.
4.      Gerakan secara umum/General Motion: semua rangkaian gerakan throw in perut, lengan tangan, kaki secara keseluruhan mulai dari awalan sampai akhiran.
5.      Posisi: dari posisi diam, awalan berlari, ayunan lengan, kaki berubah hingga gerakan lanjutan.
6.      Kecepatan/Speed: kecepatan saat mengambil ancang-ancang muali dari posisi diam sampai pada titik posisi melempar. Kecepatan laju bola setelah bola dilempar mulai dari posisi diam di tangan ,dilempar sampai kearah tujuan lemparan.
7.      Percepatan/Velocity: gerakan tubuh terjadi percepatan saat mengambil ancang-ancang lemparan mulai dari posisi diam sampai pada titik posisi melempar . percepatan gerakan bola saat diam ditangan sampai bola dilempar kearah tujuan lemparan. 
Analisis Hukum Gerakan.
1.      Hukum Newton 1: Bola dari posisi diam bergerak menuju  arah tujuan lemparan sampai ada gaya yang bekerja pada bola tersebut dengan lemparan oleh tangan sehingga bola tersebut bergerak lurus ke depan.
2.      Hukum Newton 2: Bola mengalami gaya setelah dilempar menuju arah lemparan dengan percepatan dan arah yang sama dengan arah gaya.
3.      Hukum gaya gravitasi: Bola yang dilempar akan mengalami perubahan arah kebawah searah gaya gravitasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar